Saturday, April 01, 2006

Perjalanan

Apa gerangan yang membuatmu datang lagi?
Tak cukupkah sabitan belati mengusirmu dari lelapku.
Aku cuman ingin tidur pulas malam ini, menikmati mimpi-mimpiku.
Dan kembali pada kedamaian cakrawala pagi, yang tak mungkin kau hadiahkan padaku saat senja.
Perjalannmu sengat melelahkan, sayang
Selalu kau ajak aku melewati bukit terjal, pohon-pohon rimbun, dan semak belukar
Yang sesekali menyisakan duri di ujung kakiku.
Belum lagi setumpuk jerami untuk alas malam sebelum pagi,
sementara orang –orang dapat terlelap dibalik selimut sulamannya.
Kau memang aneh,
Untuk perjalanan kemaren saja, tak pernah kau bolehkan aku membawa peta,
Kompas diatas mejapun sengaja kau tinggal,
Dan lagi-lagi kau biarkan aku tersesat, sesak dalam kebodohan.
Akh, berapa ’sih’ bejana madu yang akan kau janjikan?
Adakah itu benar-benar ada dalam bukit khayalanmu?
Kumohon...
Izinkan aku untuk tidak ikut serta
Aku capek,
Cukuplah kau sendiri mencari manusia berbekal baja.
Karena sendirinyapun kau sudah tahu,
Hanya batu kali yang membuat bekalku berat, bukan baja-baja itu.
Maka sejujurnya,
Aku lebih ingin bersahabat dengan damai.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home